Terkait namanya, mungkin banyak yang mengira pemiliknya adalah orang Jogja. Itu salah.
Pemiliknya, asli “Urang Awak’’ yakni H. Ilyas Dt Majolabiah yang berasal dari Andaleh, Kecamatan Matur, Agam.
Ivan Haykel selaku ahli waris mengatakan, bangunan ini awalnya belum jadi hotel. Hanya berupa rumah petak sejenis paviliun.
“Tahun 1949, baru berbentuk hotel. Nah, nama Jogja merupakan saran dari pelopor Sumpah Pemuda dan Perumus Pancasila, M.Yamin,’’ kata Ivan, dikutip dari KLIKPOSITIF, Rabu 20 Oktober 2021.
Waktu itu, pusat Ibukota RI berada di Jogjakarta. Agresi militer Belanda terjadi, para petinggi Republik banyak yang ditangkap.
Namun, sebagian Menteri berada di Sumatera Tengah, dan sedang menginap di hotel ini.
‘’Untuk mengenang rombongan Pemerintah Pusat dari Jogja, M.Yamin menyarankan nama Hotel Jogja,’’ sambung Ivan Haykel.
Sejak berdiri, bangunan Hotel Jogja masih orisinil. Hanya saja, ada bagian kamar yang direnovasi akibat faktor usia.
Kekinian, Hotel Jogja yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, memiliki punya 29 kamar dan tetap menjadi tujuan favorit wisatawan, baik domestik atau mancanegara.
Hotel ini berlokasi tak jauh dari Jam Gadang, sehingga menjadi sarana akomodasi yang pas bagi pengunjung.

Comments
Post a Comment